Press "Enter" to skip to content

Cerita Kontot III – Kasihku Dalam Gemala

[Latihan karya cerita kontot lagi. Amaran: Tidak ada ‘twist’, cuma parodi!]

Kasihku Dalam Gemala

Na dan Ju bersimpuh di pinggiran tangga monorel Bukit Bintang. Rentak Hijab Kekasih yang mengasyikkan dendangan buskers Sentuhan menggigit gegendang telinga. 

Ju: “Na, aku rindu.”
“Apa dia Ju?”
Ju: “Rindu!”
“Aku tak faham.”
Ju: “Kasih. Itupun kautak faham.”
“Sudah berlalu.”
Ju: “Oh, teringatlah tu.”
“Sengal!”

Na: “Dia yang lupa?”
“Aku tak lupa.”
Na: “Engkau yang mereng.”
“Siapa?”
Na: “Kau.”
“Mungkin.”
Na: “Benakmu luahkan.”
“Jauh.”

Ju: “Renungan redup matanya.”
“Ya?”
Ju: “Renungannya, mendamaikan.”
“Itu yang kautak lupa?”
Ju: “Berbilang tahun.”
“Itu yang kaupuja?”
Ju: “Lara.”

Na: “Sudahlah. Jiwakau kacaulah.”
“Rinduku dalam gemala ini, Na.”

Bening senja yang terlalu rindukan malam pergi tanpa Na dan Ju.